Yogyakarta Darurat Sampah, Pakar UGM Usul Perda Sampah Berbayar

Berita261 Dilihat

Kamis, 3 Agustus 2023 – 09:42 WIB

Yogyakarta – Belakangan ini ramai soal pemberitaan sampah yang ada di Kota Yogyakarta. Bahkan, viral sebuah video di mana terjadi aksi saling lempar antara warga dengan petugas truk yang diketahui terjadi di Kotagede pada Selasa, 1 Agustus 2023 lalu.

Baca Juga :

Penampakan Sampah Menggunung di Jalanan Umum Yogyakarta, Sehari Hasilkan 732 Ton Sampah

Hal ini lantaran TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Piyungan ditutup sementara hingga September mendatang. Diketahui bahwa TPA Piyungan adalah tempat pemrosesan akhir sampah dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul, yang terletak di Dusun Ngablak dan Watugender, Desa Sitimulyo, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul. 

Akibatnya, banyak sampah berserakan dan menimbulkan bau tak sedap. Alhasil, sepanjang sudut kota terlihat kurang indah dipandang.

Baca Juga :

Pimpin 82 Program Perhutanan Sosial, Moeldoko: Lahan Bersertifikat Harus Diberdayakan

Yogyakarta darurat sampah

Yogyakarta darurat sampah

Baca Juga :

Momen GMC Banten Bantu Renovasi Musala di Kabupaten Lebak

Melihat masalah ini muncul, pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) menawarkan solusi terkait pengelolaan sampah. Kepala Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) UGM, Dr. Mohammad Pramono Hadi, M.Sc mengatakan, masalah sampah merupakan tanggungjawab bersama.

Halaman Selanjutnya

Sampah harus menjadi pelayanan yang dikelola oleh pemerintah karena akan berujung pada kebersihan dan kesehatan, serta peran stakeholder yang sangat kuat dalam hal ini.

img_title



Quoted From Many Source

Baca Juga  Jual Gvardiol ke ManCity, RB Leipzig Bakalan Dapat Cuan Tambahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *